Sunday, February 14, 2010

PENGERTIAN TASAWUF

1. Secara Lughawi / Bahasa

Dalam mengajukan teori tentang pengertian tasawuf, baik secara etimologi maupun secara istilah pengertian tasawuf terdiri atas beberapa macam pengertian berikut :

Pertama, tasawuf berasal dari istilah yang dikonotasikan dengan “ahlu suffah” yang berarti sekelompok orang pada masa Rasulallah yang hidupnya diisi dengan banyak berdiam di serambi-serambi mesjid, dan mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah.

Kedua, tasawuf itu berasal dari kata “shafa”. Kata “shafa” ini berbentuk fi’il mabni majhul sehingga menjadi isim mulhaq dengan huruf ya’ nisbah, yang berarti nama bagi orang-orang yang “bersih” atau “suci”. Maksudnya adalah orang-orang yang menyucikan dirinya dihadapan Tuhan-Nya.

Ketiga, istilah tasawuf berasal dari kata “shaf”. Makna “shaf” ini dinisbahkan kepada orang-orang yang ketika shalat selalu berada di shaf yang paling depan.

Keempat, ada yang mengatakan bahwa istilah tasawuf dinisbahkan kepada orang-orang dari Bani Shufah.

Kelima, tasawuf ada yang menisbahkannya dengan kata istilah bahasa Greek atau Yunani, yakni “saufi”. Istilah ini disamakan maknanya dengan kata “hikmah”, yang berarti kebijaksanaan. Orang yg berpendapat seperti ini adalah Mirkas, kemudian diikuti oleh Jurji Zaidan, dalam kitabnya Adab Al-Lughah Al-‘Arabiyyah. Dia menyebutkan bahwa para filosof Yunani dahulu telah menjelaskan pemikiran atau kata-kata yang dituliskan dalam buku-buku filsafat yg mengandung kebijaksanaan. Ia mendasari pendapatnya dengan argumentasi bahwa istilah sufi atau tasawuf tidak ditemukan sebelum masa penerjemahan kitab-kitab yang berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Pendapat ini didukung juga oleh Nouldik yang mengatakan bahwa dalam penerjemahan dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab terjadi proses asimilasi. Misalnya, orang Arab metransliterasikan huruf “sin” menjadi huruf “shad”, seperti dalam kata tasawuf menjadi tashawuf.

Keenam, ada juga yang mengatakan tasawuf itu berasal dari kata “shaufanah”, yaitu sebangsa buah-buahan kecil yang berbulu-bulu, yang banyak sekali tumbuh di padang pasir di tanah Arab, dan pakaian kaum sufi itu berbulu-bulu seperti buah itu pula dalam kesederhanaanya.

Ketujuh, ada yang mengatakan tasawuf itu berasal dari kata “shuf” yang berarti bulu domba atau wol.

Tampaknya, dari ketujuh terma itu, yang banyak diakui kedekatannya dengan makna tasawuf yang dipahami sekarang adalah terma yang ketujuh, yakni terma “shuf”. Di antara mereka yang lebih cenderung mengakui terma yang ketujuh ini antara lain Al-Kalabadzi, Asy-Syukhrawardi, Al-Qusyairi, dll. Walaupun dalam kenyataannya, tidak setiap kaum sufi memakai pakaian wol.

Begitu juga, dari terma-terma tersebut diatas, tampaknya yang lebih mendekati pada kata tasawuf adalah terma yang ketujuh. Barmawi Umari, misalnya, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada yang menggoyahkan pendapat bahwa tasawuf berasal dari wajan tafa’ul, yaitu tafa’‘ala-yatafa’alu-tafa’’ulan dengan imbangannya, yaitu tashawwafa-yatashawwafu-tashawwufan.

Barmawi Umari lebih lanjut menegaskan bahwa tasawuf dapat berkonotasi makna dengan tashawwafa ar-rajulu. Artinya, “Seorang laki-laki telah men-tasawuf”. Maksudnya, laki-laki itu telah pindah dari kehidupan biasa kepada kehidupan sufi. Apa sebabnya ? Sebab, para sufi, bila telah memasuki lingkungan tasawuf, mereka mempunyai simbol-simbol pakaian dari bulu, tentunya bukan dari wol, tetapi hampir-hampir menyamai goni dalam kesederhanaannya.

2. Secara Istilah

Pengertian tasawuf secara istilahi telah banyak diformulasikan pula ahli yang satu dengan yang lainnya berbeda, sesuai dengan seleranya masing-masing.

a. Menurut Al-Jurairi. Ketika ditanya tentang tasawuf, Al-Jurairi menjawab, tasawuf yaitu “masuk ke dalam segala budi (akhlak) yang mulia dan keluar dari budi pekerti yang rendah”.

b. Menurut Al-Junaidi. Ia memberikan rumusan tentang tasawuf sebagai berikut,
“Tasawuf ialah kesadaran bahwa yang hak(Allah) adalah yang mematikanmu dan yang menghidupkanmu”.

c. Menurut Al-Junaidi. Dalam ungkapan lain, Al-Junaidi mengatakan, “tasawuf adalah beserta Allah tanpa adanya penghubung’.

d. Menurut Abu Hamzah. Ia memberikan ciri ahli tasawuf adalah sebagai berikut,
“tanda seorang sufi yang benar adalah memilih hidup fakir setelah (sebelumnya hidup) kaya, memilih menghinakan diri setelah (sebelumnya hidup) penuh penghormatan, memilih menyembunyikan diri setelah (sebelumnya hidup) terkenal. Adapun tanda seorang sufi palsu adalah memilih hidup kaya setelah (sebelumnya hidup) fakir, memilih kemuliaan dunia setelah (sebelumnya hidup) dalam kehinaan, dan memilih terkenal setelah (sebelumnya hidup) tidak dikenal”.
e. Menurut ‘Amir bin Usman Al-Makki. Ia pernah berkata, “Tasawuf adalah melakukan sesuatuyang terbaik di setiap saat”.

f. Menurut Muhammad Ali al-Qassab. Ia memberikan ulasan, “Tasawuf adalah akhlak mulia yang timbul pada waktu mulia dari seorang yang mulia di tengah-tengah kaumnya yang mulia pula”.

g. Menurut Syamnun. Ia menyatakan, “Tasawuf adalah mengambil hakikat dan tidak berharap terhadap apa yang ada di tangan makhluk”.

h. Menurut Ma’ruf Al-Kurkhi. Ia mengungkapkan, “tasawuf adalah membersihkan hati dari apa saja yang mengganggu perasaan makluk, berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal (instink) kita, memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia, menjauhi segala seruan hawa nafsu, mendekati sifat-sifat suci kerohanian, bergantung pada ilmu-ilmu hakikat, memakai barang yang penting dan terlebih kekal, menaburkan nasihat kepada semua orang, memegang teguh janji dengan Allah daalm hal hakikat, dan mengikuti contoh rasulallah dalam hal syariat.


Berdasarkan pengertian-pengetian di atas, terutama pengertian yang diungkapkan Al-Junaidi, kita dapat meringkas pengertian tasawuf sebagai berikut :
“Ilmu tasawuf adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha membersihkan diri, berjuang memerangi hawa nafsu, mencari jalan kesucian dengan ma’rifat menuju keabadian, saling mengingatkan antar manusia, serta berpegang teguh pada janji Allah dan mengikuti syariat Rasulullah dalam mendekatkan diri dan mencapai keridhaan-Nya”.

1 comment:

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP